Bedah Pedoman hingga Sharing Pengalaman, LSDM UNUSIDA Perkuat Peluang Lolos Hibah KILAB 2026
Sidoarjo– Komitmen dalam mendorong budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terus diperkuat oleh Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui optimalisasi partisipasi dalam Program Hibah Karya Inovasi Laboran (KILAB), yaitu skema pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang ditujukan bagi Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dan laboran perguruan tinggi.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan laboratorium, mengembangkan kompetensi sumber daya manusia, serta mendorong diseminasi hasil inovasi yang dihasilkan. Dengan demikian, KILAB tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas internal institusi, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi pengembangan dunia pendidikan tinggi.
Sebagai bentuk penguatan pemahaman dan kesiapan peserta, Lembaga Sumber Daya Manusia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (LSDM) menyelenggarakan kegiatan “Bedah Pedoman dan Tips & Tricks Lolos Hibah KILAB serta Pendampingan Penyusunan Proposal” pada Rabu (11/03/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kependidikan calon peserta KILAB serta dosen pendamping di lingkungan UNUSIDA.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala LSDM Bapak Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M yang menekankan pentingnya pemahaman pedoman sebagai langkah awal dalam menyusun proposal yang berkualitas dan kompetitif. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Rektor II, Ibu Dr. Ana Christanti, S.Pd., M.Pd., yang menegaskan bahwa program KILAB merupakan peluang strategis bagi tenaga kependidikan untuk berkontribusi melalui inovasi yang berdampak nyata bagi institusi.
Memasuki sesi inti, materi disampaikan oleh Khilyatul Afkar, S.T., yang merupakan penerima hibah KILAB tahun 2025. Dalam sesi tersebut, disampaikan berbagai pengalaman praktis serta strategi dalam menyusun proposal yang berpeluang lolos pendanaan, mulai dari penentuan ide inovasi, penyusunan latar belakang, hingga kesesuaian dengan pedoman yang berlaku.
Kegiatan ini juga menghadirkan sesi bedah pedoman yang mengulas secara rinci struktur proposal, serta sesi tips & tricks yang memberikan panduan aplikatif bagi peserta. Pendampingan penyusunan proposal menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, sehingga peserta dapat lebih siap dalam menyusun proposal secara sistematis dan kompetitif.
Melalui kegiatan ini, LSDM UNUSIDA berharap dapat meningkatkan kualitas proposal yang diajukan serta memperbesar peluang keberhasilan peserta dalam memperoleh hibah. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan budaya inovasi dan kolaborasi di lingkungan UNUSIDA.




