LSDM UNUSIDA Sosialisasikan Pedoman Penetapan Tendik dan Tenaga Operasional Berprestasi
Sidoarjo– Upaya memperkuat budaya kinerja yang produktif dan apresiatif terus dilakukan oleh Lembaga Sumber Daya Manusia Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (LSDM). Melalui kegiatan Sosialisasi Pedoman Penetapan Reward Tenaga Kependidikan dan Tenaga Operasional Berprestasi, LSDM menghadirkan pemahaman komprehensif terkait sistem penghargaan di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (11/03/2026) secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan diawali dengan rangkaian pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan mars UNUSIDA, serta sambutan dari Plt. Rektor UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, S.H.I., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa sistem penghargaan merupakan bagian penting dalam mendorong peningkatan kinerja serta menjaga keberlanjutan mutu institusi.
Memasuki sesi inti, materi sosialisasi disampaikan oleh Moch. Fabet Ali Thoufan, S.Si. selaku Kepala Bagian Peningkatan Karir Tenaga Kependidikan. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa kebijakan penetapan reward dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan kinerja di perguruan tinggi, termasuk capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), sehingga diperlukan sistem penghargaan yang adil, transparan, dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa penerapan sistem reward bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas, memberikan apresiasi atas capaian kinerja, serta mendorong inovasi dan pengembangan karier tenaga kependidikan dan tenaga operasional. Sistem ini juga diharapkan mampu menciptakan budaya kerja yang positif, kompetitif, dan kolaboratif di lingkungan UNUSIDA.
Dalam sosialisasi tersebut turut dijelaskan prinsip dasar pelaksanaan reward yang mencakup transparansi, akuntabilitas, keadilan, keberlanjutan, serta orientasi pada mutu. Bentuk penghargaan yang diberikan tidak hanya berupa finansial, tetapi juga sertifikat penghargaan dan bentuk apresiasi lainnya sebagai pengakuan atas kinerja dan prestasi.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman terkait mekanisme penilaian, periode pemberian reward, hingga sistem evaluasi dan monitoring yang dilakukan secara berkala. Disampaikan pula bahwa implementasi pedoman reward ini merupakan pelaksanaan perdana di lingkungan UNUSIDA, sehingga ke depan akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh guna penyempurnaan kebijakan agar semakin relevan dan efektif dalam penerapannya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menggali lebih dalam terkait implementasi kebijakan tersebut. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya perhatian terhadap sistem reward yang dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kinerja individu maupun institusi.
Melalui kegiatan ini, LSDM UNUSIDA berharap seluruh tenaga kependidikan dan tenaga operasional dapat memahami serta mengimplementasikan pedoman reward secara optimal. Lebih jauh, kebijakan ini diharapkan mampu menjadi pendorong dalam meningkatkan kinerja, loyalitas, serta kontribusi nyata bagi kemajuan UNUSIDA.




