LSDM Gelar Sosialisasi Pengajuan Lembur Berbasis Sistem dan PPKPT

Unusida — Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan Sosialisasi Pengajuan Lembur melalui Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Tenaga Operasional yang dilaksanakan di Hall Lantai 5 Kampus 2 Gedung A UNUSIDA, Senin (15/12/2025).

Wakil Rektor I UNUSIDA, Dr. Hadi Ismanto, dalam arahannya menekankan bahwa digitalisasi sistem dan penguatan PPKPT merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesehatan organisasi perguruan tinggi.

“Pengajuan lembur ini adalah bentuk apresiasi terhadap kinerja. Dengan sistem yang transparan dan terukur, pimpinan unit dapat melakukan monitoring secara objektif dan mendorong produktivitas yang sehat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa PPKPT bukan sekadar formalitas, melainkan instrumen penting dalam membangun ekosistem kampus yang aman dan beradab.

“Perguruan tinggi harus menjadi contoh bagi masyarakat. Dengan adanya sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang jelas, kita bisa meminimalkan kejadian yang tidak diharapkan sekaligus memastikan adanya mekanisme penanganan yang adil dan berani,” tegasnya.

Link Pengaduan Bullying dan Kekerasan Seksual di UNUSIDA Klik disini

Sementara itu, Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, menjelaskan bahwa sistem digital untuk pengajuan lembur ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola kepegawaian berbasis digital sekaligus memperkuat komitmen UNUSIDA dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Sebab, UNUSIDA saat ini telah memiliki sejumlah sistem manajemen kepegawaian yang terintegrasi secara digital.

“Di LSDM, kami sudah memiliki SIMPEG yang memuat database karyawan, dashboard kinerja, Key Performance Indicator (KPI), survei kepuasan, dan hari ini kami fokuskan pada pengajuan lembur secara digital,” jelasnya.

Menurutnya, digitalisasi pengajuan lembur dilakukan sebagai bentuk efisiensi dan kepedulian terhadap lingkungan. Selama ini, pengajuan lembur khususnya di unit teknis dan operasional masih menggunakan dokumen kertas.

“Kami melihat penggunaan kertas sebagai bentuk pemborosan. Karena itu, digitalisasi ini juga menjadi implementasi budaya 5R dan 5S di UNUSIDA, sekaligus mendukung upaya kampus dalam menjaga lingkungan dan mengurangi penggunaan kertas,” tambahnya.

Jeziano juga menyampaikan bahwa digitalisasi administrasi kepegawaian membuka peluang UNUSIDA untuk berpartisipasi dalam kompetisi penerapan budaya kerja 5R dan 5S tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Perguruan tinggi di Jawa Timur yang menerapkan 5R dan 5S secara konsisten masih sangat sedikit. Ini menjadi peluang sekaligus motivasi bagi UNUSIDA untuk menjadi pelopor,” ujarnya.

Selain sosialisasi SIMPEG, kegiatan ini juga membahas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Jeziano menegaskan bahwa PPKPT merupakan amanat regulasi nasional yang harus dilaksanakan secara kolektif oleh seluruh sivitas akademika.

“Tim Satgas PPKPT terdiri dari unsur SDM, kemahasiswaan, dosen, tenaga teknis, hingga mahasiswa. Tugas utamanya adalah edukasi, pencegahan, serta penanganan kasus kekerasan dan pelecehan, baik verbal maupun nonverbal,” terangnya.

Sebagai bagian dari praktik langsung, peserta sosialisasi diajak mencoba pengajuan lembur secara digital melalui SIMPEG menggunakan perangkat masing-masing. Sistem ini memungkinkan proses persetujuan dilakukan secara berjenjang oleh pimpinan unit, sehingga lebih transparan dan terdokumentasi dengan baik.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan transformasi digital, meningkatkan tata kelola kepegawaian, mendukung kelestarian lingkungan, serta menciptakan kampus yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika,” pungkasnya. (MY)

LSDM UNUSIDA Serahkan SK Bagi 11 Pegawai Tetap: 1 Dosen, 9 Tendik, dan 1 Tenaga Operasional

SIDOARJO — Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) menggelar kegiatan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Tetap, Kamis (tanggal kegiatan menyesuaikan). Sebanyak 11 pegawai resmi menerima SK sebagai pegawai tetap, terdiri dari 1 dosen tetap dan 10 tenaga kependidikan, termasuk satu tenaga operasional.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UNUSIDA ini dihadiri oleh pimpinan universitas, kepala biro, serta seluruh pegawai penerima SK. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Rektor 2 UNUSIDA Dr. Ana Christanti, S.Pd,. M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi langkah LSDM serta menyampaikan pesan agar seluruh pegawai yang telah diangkat dapat terus berkontribusi meningkatkan kualitas manajemen dan pelayanan kepada mahasiswa.

“Menjadi pegawai tetap bukanlah akhir, tapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Mari kita bersama-sama memperbaiki manajemen, memperkuat pelayanan, dan menjaga semangat kebersamaan agar UNUSIDA terus tumbuh menjadi kampus yang unggul dan berdaya saing,” pesannya.

Kepala LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., sebagai bentuk apresiasi dan pengukuhan status kepegawaian di lingkungan universitas. Dalam laporannya, Jeziano menyampaikan bahwa penyerahan SK ini merupakan bagian dari komitmen LSDM dalam membangun sistem pengelolaan sumber daya manusia yang profesional, adil, dan berorientasi pada peningkatan kinerja.

“Hari ini kami menyerahkan SK kepada 11 pegawai yang telah melalui proses penilaian kinerja dan dinilai layak menjadi pegawai tetap. Dari jumlah tersebut, satu orang merupakan dosen tetap, sembilan tenaga kependidikan, dan satu tenaga operasional,” jelasnya.

Adapun penerima SK pegawai tetap tersebut antara lain:

  • Nur Asitah, S.Pd., M.Pd. – Dosen Tetap Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD),

  • Dewi Sri Rahayu, S.Ak. – Staf LSDM, Biro Umum,

  • Febriyanti Ryan Ariyani, S.Pd., M.Pd. – Tata Usaha Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM),

  • Lestari, S.Pd. – Tata Usaha Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),

  • Mahmudi – Tenaga Operasional (Security), Biro Umum,

  • Maschan Yusuf Musthofa, S.T. – Biro Humas dan Kerja Sama,

  • Nuzula Firdaus, S.Pd. – Tata Usaha Fakultas Agama Islam (FAI),

  •  Suci Lestari, S.Ak. – Biro Keuangan,

  • Tantri Risda Zubaidah, S.Ak. – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM),

  • Yusuf Bagus Sholihin, S.Kom. – UPT Teknologi dan Digitalisasi,

  • Anita Fudiana, S.Pd.,M.M. – Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNUSIDA.

Jeziano menegaskan bahwa proses seleksi dan penetapan pegawai tetap dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan kinerja, komitmen, dan loyalitas. Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat fondasi kelembagaan dan meningkatkan kualitas SDM UNUSIDA secara berkelanjutan.

“Setiap hari kami menerima banyak lamaran kerja, baik secara daring maupun langsung. Itu artinya banyak yang ingin bergabung di UNUSIDA. Karena itu, kami berharap rekan-rekan yang hari ini menerima SK dapat menjaga kepercayaan ini dengan bekerja sebaik-baiknya di bidang masing-masing,” pungkasnya.

LSDM UNUSIDA dan Bagian Kepegawaian UNWAHA Gelar Pendampingan Pengurusan Jabatan Fungsional Dosen

Sebagai langkah konkret dalam merealisasikan Memorandum of Agreement (MoA) antara Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) dan Bagian Kepegawaian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA), kedua institusi melaksanakan kegiatan pendampingan pengurusan Jabatan Fungsional Dosen (JFD), Selasa (16/09/2025).

Ketua LSDM UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis dan konsultasi langsung terkait proses administrasi, penyusunan dokumen, serta strategi pengajuan jabatan fungsional, mulai dari Asisten Ahli hingga Lektor dan seterusnya.

Jezi menyebutkan bahwa kerja sama antara LSDM UNUSIDA dan Bagian Kepegawaian UNWAHA merupakan bagian dari komitmen bersama dalam peningkatan kualitas SDM dosen, khususnya dalam mendukung kelancaran dan percepatan proses pengajuan jabatan akademik yang sesuai dengan ketentuan Kemendikbudristek.

“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi MoA yang telah disepakati. Kami ingin memastikan bahwa dosen-dosen di lingkungan kedua kampus dapat memahami alur dan menyusun dokumen jabfung secara benar dan sistematis,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, para dosen diberikan pendampingan intensif terkait tata cara pengajuan Jabatan Fungsional Dosen, Penyusunan Angka Kredit (PAK), pemanfaatan dokumen pendukung seperti karya ilmiah, laporan pengabdian, dan sertifikat penunjang, pendampingan sistem informasi jabfung (SISTER dan lainnya), serta tips dan strategi percepatan kenaikan jabatan

Sementara itu, Kepala Kepegawaian UNWAHA, M. Aliyul Wafa, M.Pd., berharap bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan ini saja, namun berlanjut pada program-program peningkatan kompetensi dosen lainnya seperti pelatihan penulisan artikel ilmiah, pengelolaan BKD, hingga pembekalan sertifikasi dosen Oleh karena itu pihaknya turut menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam pengurusan jabfung, serta berbagi praktik baik dari kampusnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta yang terdiri dari para dosen dari berbagai program studi. Hal ini menjadi sebuah komitmen bersama dalam mendorong kenaikan jabatan akademik.

Melalui kerja sama yang saling menguatkan ini, diharapkan kedua institusi dapat menjadi model sinergi antar Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dalam membangun kualitas akademik dan profesionalisme tenaga pendidik.

“Kami menyambut baik kerja sama ini. Pendampingan seperti ini sangat membantu, terutama untuk memahami dokumen apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana menyusunnya secara tepat,” pungkasnya. (MY)

Kabar Membanggakan Tujuh Dosen UNUSIDA Raih Kelulusan Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek

Sidoarjo, 17 September 2025 – Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak tujuh dosen dari berbagai program studi berhasil lulus Sertifikasi Dosen (Serdos) Gelombang 1 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bidang Sains dan Teknologi (Kemdikti Saintek).

Ketujuh dosen yang lolos adalah: Erlyna Tri Rohmiatun, S.E., M.A. (Prodi Akuntansi), Machfudzil Asror, S.Pd.I, M.Pd. (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Neny Kurniati, S.Kom., M.T. (Prodi Informatika), Syahri Mu’min, S.Kom., M.T. (Prodi Sistem Informasi), Dr. Novaria L. Jannah, S.Pd., M.Pd. (Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Putra Uji Deva Satrio, S.Sn., M.Sn. (Prodi Desain Komunikasi Visual), dan Taqwanur, M.MT. (Prodi Teknik Industri).

Sertifikasi dosen merupakan bentuk pengakuan profesional bagi tenaga pendidik di perguruan tinggi. Melalui proses seleksi yang ketat, dosen yang lulus dinyatakan layak sebagai tenaga pendidik profesional dan berhak memperoleh tunjangan profesi dari pemerintah. Sertifikasi ini tidak hanya mengukur kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, tetapi juga menjadi tolok ukur kualitas seorang dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hasil kelulusan Serdos Gelombang 1 Tahun 2025 diumumkan secara resmi oleh Kemdikti Saintek pada awal September 2025. Kabar gembira ini menjadi bukti nyata bahwa UNUSIDA semakin berkomitmen meningkatkan kualitas dosen dan mutu pendidikan. Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA bukan hanya pencapaian individu, tetapi juga indikator meningkatnya kualitas tenaga pendidik di kampus. Dengan bertambahnya jumlah dosen tersertifikasi, UNUSIDA semakin siap bersaing dengan perguruan tinggi lain, baik di tingkat regional maupun nasional.

Kepala Lembaga Sumber Daya Manusia (LSDM) UNUSIDA, Jeziano Rizkita Boyas, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian ini. “Kami sangat mengapresiasi capaian ini. Lolosnya tujuh dosen UNUSIDA dalam sertifikasi dosen gelombang pertama tahun 2025 menunjukkan bahwa kualitas tenaga pendidik kita semakin diakui. Ini juga menjadi bukti bahwa UNUSIDA memiliki sumber daya manusia yang berkompeten, profesional, dan siap mendukung visi kampus untuk menjadi universitas unggul dan berdaya saing global,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa proses sertifikasi dosen bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan persiapan, kelengkapan administrasi, serta bukti kinerja dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, kelulusan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi para dosen yang patut diapresiasi bersama. “Serdos ini diharapkan dapat semakin memotivasi para dosen untuk meningkatkan kualitas diri, memberikan kontribusi terbaik dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta membawa kemajuan bagi UNUSIDA tercinta,” tegas Jeziano.

Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA juga memberikan dampak positif yang luas. Dari sisi institusi, kelulusan ini meningkatkan reputasi kampus karena semakin banyak dosen UNUSIDA yang diakui profesionalitasnya. Dari sisi pembelajaran, mahasiswa akan merasakan proses belajar mengajar yang lebih berkualitas karena dosen tersertifikasi memiliki kompetensi yang teruji dalam hal pedagogik dan profesionalisme. Dari sisi kelembagaan, sertifikasi dosen turut memperkuat akreditasi program studi maupun institusi, mengingat Serdos menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi BAN-PT maupun lembaga penjaminan mutu lainnya.

Tidak kalah penting, capaian ini juga menjadi motivasi bagi dosen lain di UNUSIDA untuk terus meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan diri mengikuti sertifikasi pada gelombang berikutnya. Selain itu, dosen yang tersertifikasi diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penelitian, pengabdian, serta inovasi yang bermanfaat luas.

Ke depan, UNUSIDA optimis dapat melahirkan lebih banyak dosen profesional yang mampu memberikan kontribusi tidak hanya bagi kampus, tetapi juga bagi bangsa dan negara. Jeziano menutup keterangannya dengan penuh harapan. “Kami akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan agar semakin banyak dosen UNUSIDA yang berhasil lolos sertifikasi. Dengan begitu, mutu pendidikan di UNUSIDA akan semakin meningkat dan memberi dampak nyata bagi pembangunan bangsa,” jelasnya.

Keberhasilan tujuh dosen UNUSIDA dalam lulus Sertifikasi Dosen Gelombang 1 Tahun 2025 Kemdikti Saintek menjadi bukti komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Capaian ini tidak hanya membanggakan civitas akademika UNUSIDA, tetapi juga menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan bertambahnya jumlah dosen tersertifikasi, UNUSIDA semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan adaptif di era global, serta terus bergerak maju membawa kejayaan bagi UNUSIDA tercinta.(AS)